By
JUN
Kamis 19 Juli 2012, itulah hari pertama aku tinggal di ponpes At-Taqwa. Hari pertama sich…aku masih betah disini tapi pada hari kedua aku udah mulai ngerasain kangen sama orang tua, teman pokoknya semua kelaurga di rumah. Hal ter;ucu yang pernah aku alami di ponpes ini adalah ketika pertama kali sholat dhuha di masjid biasanya sebelum sholat dhuha didahului sholat mayit/ghoib. Dan ketika mayit/ghoib, takbir pertama aku takbir seperti sholat biasa, takbir kedua aku rukuk, takbir ketiga aku i’tidal dan ketika takbir yang keempat aku akan sujud. Tiba-tiba imam mengucapkan salam, waduch…..betapa malunya diriku semua mbak-mbak di masjid itu menertawakanku. Dari kejadian itu aku baru tahu kalau sholat mayit/ghoib itu hanya berdiri aja dan takbir 4 x kemudian salam. Tapi g’ papa aku kan masih anak baru disini jadi dimaklumi. Sesudah sholat Dhuha ak kembali ke kamar dan ketika itu aku bertemu dengan bunya Hj. Fatimah Aly tetapi aku ngg’ bersalaman dengan beliau, tapi aku lihat mbak-mbak kalau bertemu bunyai itu harus salaman. Setelah sampai di kamar aku langsung membereskan mukenah dan menaruhnya ditempatnya. Kemudian aku mempersiapkan diri untuk sekolah, sambil mempersiapkan diri untuk sekolah aku menangis, karena aku pingin pulang, biasalah namanya juga anak pondok apalagi keinginannya kalau ngg’ pengen pulang….pulang…dan pulang.
Hari pertama aku di sekolah sich biasa biasa aja g’ ada sesuatu yang berkesan cuman yang bikin aku nangis adalah teman-teman baruku di kelas yang cewek-cewek g’ ada satupun yang menegur, semuanya sibuk dengan dirinya sendiri, jam sudah menuju jam 12.15 itu tandanya sudah waktunya pulang. Aku pulang ke pondok dan di masjid sedah dikumandangkan azan dhuhur sampai di kamar aku membereskan buku, kemudian aku mandi, setelah mandi aku berangkat ke masjid untuk jama’ah sholat dhuhur, sampai di masjid aku bingung kenapa pujiannya panjang….banget. ketika pujian sudah selesai langsung sholat dhuhur kemudian berdzikir, waduch….dzikirnya panjang banget ga’ kalah panjangnya seperti pujian sebelum sholat ketika naksabandi aku bingung ½ mati, kenapa semua orang memejamkan maka sambil memutar tasbihnya? Dalam hatiku bertanya kenapa semya mbak-mbak tidur? Tapi kalau tidur ko’ masih bisa memutar tasbih dengan cepat. G’ lama kemudian semua membuka matanya dan melanjutkan berdzikir lagi karena rasa penasaranku sangat besar akhirnya aku bertanya pada mbaknya ada di sebelahku, katanya mbak itu kalau naksabandi harus memejamkan mata sambil digetar kalimat Allah-Allah Alhamdulillah aku jadi tau hal baru lagi. Setelah selesai berdzikir Abah Yai (KH. M. Aly Bahruddin) melakukan pengajian rutin yang dilakukan setiap hari. Isi pengajian Abah yang g’ pernah aku lupakan sampai sekarang adalah:
“orang yang g’ betah di pondok itu bukan karena apa-apa, tapi karena pondoknya yang tidak mau dimasuki oleh orang itu dan karena orang itu belum mendapat hidayah dari Allah”
Setelah mendengar itu hatiku terasa diketuk dan aku merasa malu karena g’ betah ada di pondok. Mulai saat itu juga sampai sekarang aku dapat satu tahun lebih di pondok ini aku betah di pondok ini. Itulah kisahku di pondok At-Taqwa yang selalu akan aku ingat untuk selama-lamanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar